"Drama, lies, and tears. Cheers to the teenage years"

WELCOME!

My Photo
f 16. Thank u for coming! Xo.

Wednesday, April 21, 2010

Selamat Hari Kartini Wanita Indonesia

Ibu kita Kartini,
Putri sejati,
Putri Indonesia,
Harum namanya.

Ibu kita Kartini,
Pendekar bangsa,
Pendekar kaumnya,
Untuk merdeka.

Wahai ibu kita Kartini,
Putri yang mulia,
Sungguh besar cita-citanya,
Bagi Indonesia.



siapa yang tidak kenal R.A Kartini? sosok pelopor wanita yang membawah pengaruh besar di Indonesia. wanita yang lahir pada 21 April 1879 yang merubah nasib kita kaum wanita. "Kita harus membuat sejarah, kita mesti menentukan masa depan kita yang sesuai dengan keperluan serta kebutuhan kita sebagai kaum wanita dan harus mendapat pendidikan yang cukup seperti kaum laki-laki" itulah semboyan yang beliau serukan saat kita kaum wanita dalam keadaan kegelapan, kebodohan, dan terinjak. dan sekarang semboyan itu adalah bukti besar perjuangan seorang Kartini. karena beliaulah kita para wanita ini bisa sebanding dan sama derajatnya dengan kaum laki-laki. dan kita sekarang bisa melakukan apa saja yang dilakukan kaum laki-laki tanpa penghalang atau perbedaan apapun. yang sering kita kenal sebagai emansipasi wanita.


Surat-Surat R.A Kartini

Assalamu'alaikum ww, salam sejahtera...

Sobatku, hari ini tanggal 21 April, sebagaimana biasa kita memperingati Hari Kartini. Sebagian besar dari kita merayakannya/memperingatinya tanpa mengerti apa-apa tentang siapa itu RA. Kartini selain daripada tanggal lahirnya, siapa orang tuanya, atau syukur-syukur mengetahui sedikit tentang kisah hidupnya.

Beberapa media pernah mengutip sebagian dari puluhan surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya yang dibukukan menjadi "Habis Gelap Terbitlah Terang" untuk membantu kita memahami lebih jauh tentang pemikiran-pemikirannya yang "tidak biasa" dimiliki oleh seorang perempuan di masa itu, juga membantu kita mengetahui dan memahami sebagian tentang karakternya yang elok. Aku pun pernah mengutip sebagian kecil saja dari surat-suratnya itu. Namun, meski yang kukutip tersebut sangat sedikit, ia telah mampu memberikan pencerahan bagiku.

Inilah dia sedikit kutipan Surat-surat Kartini kepada: Ny. R. M. Abendanon, Mandri dan suaminya, J. de Bosch Kemper, dan Wertheim; Seri Terjemahan KITLV-LIPI; Terbitan Perwakilan Koninklijk Institut Voor Taal, Land-en Volkenkunde dan LIPI.

  • Jika anda tak bisa membantu teman, pastikan dia bukan teman yang membantu anda ketika anda paling mebutuhkannya (Ny. R.M. Abendanon dalam Surat Kartini).
  • Teman adalah seseorang yang tahu segala sesuatu tentang anda tapi tetap menghormati anda (Ny. R.M. Abendanon dalam Surat Kartini).
  • Lebih baik sepanjang hidup penuh perjuangan daripada hidup tanpa cita-cita (J. de Bosch Kemper dalam Surat Kartini 13 Agustus 1900).
  • Alangkah miskinnya orang yang tidak tahu bahwa ada dahaga lain, ada lapar lain dari lapar perut; papa orang yang tidak dapat mengerti bahwa kecuali ada keluhuran dalam derajat dan pangkat masih ada keluhuran lain yang meniadakan segala-galanya (Surat Kartini, 13 Agustus 1900).
  • Saya tahu, jalan yang hendak saya tempuh itu sukar, penuh duri, onak, lubang; jalan itu berbatu-batu, berjendal-jendul, licin... belum dirintis! Dan walaupun saya tidak beruntung sampai keujung jalan itu, walaupun saya sudah akan patah di tengah jalan, saya akan mati dengan bahagia. Sebab jalan itu sudah terbuka, dan saya turut membantu merentas jalan yang menuju ke kebebasan dan kemerdekaan perempuan BumiPutera (Surat Kartini, dokumen 7; 7 Oktober 1900).
  • Hidup ini patut kita hayati! Bagaimana kita mau menang kalau kita tidak berjuang lebih dahulu? Dan dengan bergulat kita memperoleh kekuatan. Dan dengan tersesat-sesat kita menemukan jejak (Surat Kartini, dokumen 7; 7 Oktober 1900).
  • Perlawanan itu menyenangkan, sebab memacu ketabahan, pengingkaran bagus sekali sebab menumbuhkan pengakuan dalam hidup; penolakan memberi kesukaan sebab menumbuhkan harga diri menjadi pernyataan berani dan kesadaran akan harga diri (Wertheim dalam Surat Kartini, 21 Desember 1900).
  • Ada kewajiban besar yang disebut rasa terima kasih; ada kewajiban luhur, suci, namanya cinta kasih anak; dan ada kejahatan, memuakkan dan sangat menjijikkan, egoisme namanya! Aduh! Dalam beberapa hal sukar sekali menetapkan dimana yang baik berhenti dan dimana yang jelek dimulai (Surat Kartini, 21 Juni 1901).
  • Setia, kata yang sederhana. Tetapi maknanya demikian besar dan dalam! Melebihi cinta. Setia kerap kali menuntut kekuatan yang lebih besar (Surat Kartini).
  • Apakah bahagia itu, kalau bukan saat bersorak-sorai, saat bergirang hati yang memuncak, saat terharu? Saat ketika dada menjadi terlalu sempit untuk menampung hati yang berdebar-debar, saat ketika diri merasa melayang-layang ke cahaya terang dan bersorak-sorai ke dunia tak nyata. Waktu demikian singkat dan cepat bagai kilat, tapi demikian lama nikmat rasa yang ditinggalkannya (Surat Kartini).
Demikianlah. Harapanku, semoga yang sedikit ini bisa pula memberi pencerahan kepada sobat-sobat sekalian dan membantu kita untuk lebih mengetahui dan memahami tentang ibu kita: Kartini.

(sumber: kutipan surat-surat kartini, Ame Padjari)


Apakah kalian semua sudah bangga menjadi wanita Indonesia? mari kita tunjukan pada dunia bahwa perjuangan seorang R.A Kartini tidak sia-sia. Karena beliau sudah berhasil membuat kita para wanita yang dahulunya dianggap tidak pantas untuk mendapat pendidikan, namun sekarang kita sejajar dengan kaum pria bahkan kadang lebih tinggi derajatnya. Terima kasih Bu Kartini, perjuanganmu tak akan pernah kami lupakan.


best quotes from our Mother R.A Kartini:

~ "Setia, kata yang sederhana. Tetapi maknanya demikian besar dan dalam! Melebihi cinta" -R.A Kartini

~ "Teman adalah seorang yang tahu segala sesuatu tentang anda, tapi tetap menghormati anda" -R.A Kartini

~Barangsiapa tidak berani, dia tidak bakal menang, itulah semboyanku! Maju! Semua harus dimulai dengan berani! Pemberani pemberani memenangkan tiga perempat dunia!" -R.A Kartini


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

p.s: 2 days left for exam, and then i'm FREE! WOOOOHOOOO!!!
HIGH SCHOOL HERE I COME! :D

see ya on the next post everybody, xoxo

0 comments: